
Jumat 10 April 2026, bertempat di XXI Epicentrum Jakarta, digelar Press Screening & Press Conference Film “Dalam Sujudku”. Film karya Rico Michael (Penulis Skenario, Produser, & Sutradara) ini merupakan produksi PH PROJ3CT69
P69 Indonesia dengan kolaborasi lni lintas negara (Indonesia, Malaysia, Singapura). Dibintangi oleh artis-artis bertalenta seperti Vinessa Inez sebagai Aisyah, Marcell Darwin sebagai Farid, Naura Hakim sebagai Rina, Dominique Sanda Ustadzah Latifah, Riyuka Bunga sebagai Maya,.Chika Waode sebagai Bunda Dita

Dennis Adhiswara sebagai Imam Yusuf, Momo Moriska sebagai Sarah, Lea Khalisa sebagai Dina, Darren Ronaldy sebagai Alif dan Aldo Irawan Putra sebagai Akbar.
Film ini menonjolkan tema iman, kesetiaan, dan pengorbanan. Sutradara Rico Michael menyampaikan bahwa doa menjadi simbol penting dalam menjaga orang yang kita cintai, bahkan saat hubungan berada di titik terendah. Selain itu film Dalam Sujudku diperkuat dengan soundtrack emosional berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan oleh Evelyn dan Tayang serentak mulai 16 April 2026 di bioskop.
Cast Film “Dalam Sujudku”:
° Vinessa Inez (Aisyah) @vinessainez
° Marcell Darwin (Farid) @marcelldarwin
° Naura Hakim (Rina) @naura21
° Riyuka Bunga (Maya) @riyukabunga
° Chika Waode (Bunda Dita) @cqawaode
° Dennis Adhiswara (Imam Yusuf) @dennisadishwara
° Dominique Sanda (Ustadzah Latifah) @dominique_sanda
° Momo Moriska (Sarah).@momo_moriska
° Lea Khalisa (Dina) @neng_leaa
° Darren Ronaldy (Alif) @darrenronaldy_real
° Aldo Irawan Putra (Akbar) @aldoirawanputra
@dalamsujudkufilm @proj3ct69_indonesia @pfn.indonesia

Sinopsis Film Dalam Sujudku
Aisyah (Vinessa Inez) adalah seorang istri yang taat beribadah dan menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh yang sederhana bersama suaminya, Farid (Marcell Darwin) yang sedang bekerja di Jakarta. Hubungan mereka bermula dalam keharmonisan, dipenuhi cinta dan saling pengertian.
Badai datang ketika Aisyah mengetahui perselingkuhan Farid dengan perempuan lain, Rina (Naura Hakim). Hatinya hancur, kepercayaannya runtuh

Terombang-ambing antara luka yang dalam dan keteguhannya kepada Tuhan, Aisyah dihadapkan pada pilihan berat: bertahan atau pergi. Dalam titik terendah keputusasaan, ia memilih untuk semakin mendekat kepada Tuhan. Dalam sujudnya, Aisyah mencari kekuatan dan petunjuk untuk memulihkan keutuhan keluarganya—namun jalan menuju pengampunan jauh dari mudah.

